KOTA BATU - PortalJTV – Dunia perfilman tak hanya membutuhkan wajah-wajah baru di depan kamera, tetapi juga talenta yang memiliki kemampuan seni peran dan memahami karakter serta budaya daerah. Semangat inilah yang dibawa Pengurus Daerah Persatuan Artis Film Indonesia (PD PARFI) Jawa Timur melalui workshop perfilman di Kota Batu.

Workshop digelar di Alam Batu Village, Sabtu (3/10/2026), sekaligus menjadi langkah awal roadshow PD PARFI Jatim yang akan menyambangi berbagai daerah di Jawa Timur. Program ini menyasar talenta muda, mulai dari remaja, dewasa hingga anak-anak yang ingin mengenal lebih jauh dunia seni peran dan perfilman.
Ketua PD PARFI Jatim, Wira Lina, mengatakan Kota Batu menjadi salah satu titik awal dari rangkaian roadshow yang nantinya menyusuri 38 kabupaten/kota di Jawa Timur. Selain memberikan pelatihan, program tersebut juga diarahkan untuk menggali dan mengangkat cerita legenda serta kekayaan budaya yang dimiliki masing-masing daerah.
“Untuk roadshow Jawa Timur ini kita mulai dari Banyuwangi kemudian menyusuri daerah-daerah di Jawa Timur, termasuk Malang, Batu, Surabaya, Mojokerto hingga Sumenep,” ujar Wira Lina saat ditemui di sela workshop, Sabtu (3/10/2026).
Dalam workshop tersebut, peserta mendapat pembekalan mengenai dasar-dasar seni peran. Mulai dari teknik dasar akting, pengolahan ekspresi dan karakter, dialog, hingga latihan skenario atau scene.
Untuk memperkuat materi, PD PARFI Jatim menghadirkan aktor senior Aris Kurniawan. Pengalaman Aris di dunia perfilman, khususnya film laga, menjadi kesempatan bagi peserta untuk mendapatkan wawasan langsung dari pelaku industri.
Tak hanya soal kemampuan berakting, workshop ini juga membawa misi memperkenalkan identitas budaya daerah. Peserta dan pemateri bahkan mengenakan pakaian tradisional sebagai bagian dari upaya mengenalkan kultur Nusantara, khususnya Jawa Timur.
Aris Kurniawan menilai perkembangan teknologi juga telah membawa perubahan besar terhadap industri perfilman. Kehadiran teknologi Artificial Intelligence (AI), menurutnya, harus dipahami sebagai bagian dari perkembangan industri kreatif yang perlu diikuti oleh talenta di daerah.
“Karena itulah selama workshop kita dan peserta mengenakan pakaian tradisional dari daerah untuk mengangkat kultur dan budaya yang ada di Nusantara, terutama di Jawa Timur,” kata Aris.
Menurutnya, perkembangan teknologi membuka peluang baru bagi industri kreatif daerah. Karena itu, talenta muda tidak cukup hanya memiliki minat, tetapi juga perlu dibekali pengetahuan dan kemampuan agar mampu mengikuti perubahan industri perfilman.
Pelatihan pun tidak berhenti pada satu kali pertemuan. PD PARFI Jatim merencanakan workshop secara berkala dua kali dalam sebulan. Frekuensi tersebut nantinya dapat ditingkatkan apabila minat dan respons peserta semakin besar.

Aris mengatakan kemampuan yang terus diasah dapat membuka peluang lebih luas bagi para pelaku industri kreatif untuk menghasilkan karya sekaligus menciptakan ruang ekonomi baru.
“Kita harus bisa menghidupkan industri entertainment yang sebagian sedang carut-marut dan sebagian lagi panen. Jangan sampai kita hanya menjadi penonton bahkan menjadi pencundang di dunia entertainment,” pesannya.
Melalui roadshow tersebut, PD PARFI Jatim berharap semakin banyak talenta muda di daerah yang mendapatkan akses pembelajaran seni peran dan perfilman. Kolaborasi dengan pemerintah maupun berbagai pihak terkait juga dinilai penting untuk memperkuat ekosistem industri kreatif sekaligus membuka ruang bagi lahirnya karya-karya yang mengangkat potensi dan budaya lokal Jawa Timur.
Editor : JTV Malang




















